Pilih Gojek Atau Grab Bike? Baca Gojek VS Grab Bike

Bagi anda yang tinggal di daerah perkotaan besar pastinya sudah pernah mendengar aplikasi Gojek untuk memesan ojek secara online. Namun mungkin belum banyak yang tahu bahwa akhir2 ini Gojek memiliki saingan yang bernama Grab Bike – Buatan Grab Taxi asal malaysia.

Mari Kita Mulai dengan CEO Gojek Versus CEO Grab Bike

gojek vs grab bike -CEO

Awal pendirian

GrabTaxi diciptakan di Malaysia oleh lulusan MBA Harvard Business School, Anthony Tan. Sebelum memulai perusahaan ini pada 2012, Anthony bekerja sebagai kepala marketing di perusahaan keluarganya, Tan Chong & Sons Motor Company. Perusahaan ini dikenal menangani waralaba Nissan dan Subaru, dan mewakili Changan Automobile di Singapura, Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.

Nadiem Makarim, Founder dan CEO GoJek, terlihat lebih berpengalaman. Nadiem juga merupakan lulusan Harvard Business School (bahkan di tahun yang sama dengan Anthony), lalu ia melanjutkan bekerja di McKinsey setelah meraih gelar MBA. Lalu tiga tahun setelahnya, ia direkrut Rocket Internet untuk menjadi managing director raksasa e-commerce Zalora. Nadiem bekerja dengan Rocket Internet hampir setahun, lalu memilih bekerja di perusahaan layanan pembayaran Kartuku. Di samping itu, Nadiem juga telah mulai membangun dan menjalankan Go-Jek sejak Maret 2011, bahkan sebelum ia bergabung dengan Zalora. Kini, ia menjabat sebagai CEO Go-Jek.

Pengalaman pengguna

gojek-gb

Baik Go-Jek maupun GrabBike menawarkan in-app user experience yang mirip. Untuk memesan GrabBike, pengguna diharuskan mengunduh aplikasi GrabTaxi. Aplikasi ini terhubung dengan GPS smartphone untuk mengetahui lokasi pengguna, dan cukup akurat.

Aplikasi ini akan mengkalkulasi biaya berdasarkan jarak yang ditempuh dan dapat menentukan besarnya tip yang ingin diberikan kepada pengemudi. Pengguna juga dapat memberi catatan pada pengemudi tentang lokasi menunggu atau barang bawaan tambahan. Sepertinya aplikasi ini masih butuh perbaikan atau penambahan pengemudi GrabBike. Ketika saya mencoba melakukan pemesanan, aplikasi ini menampilkan sekitar 10 pengemudi di sekitar lokasi saya, namun saya tetap tidak berhasil mendapatkan ojek.

Sedangkan Go-Jek, meski masih jauh dari kesempurnaan, pengguna lebih mudah mendapat ojek. Bisa dibilang, dari sepuluh pemesanan yang saya lakukan, delapan di antaranya berhasil. Go-Jek tidak menampilkan pilihan untuk memberi tip, mungkin karena memberi tip bukan hal yang umum di Indonesia. Bagaimanapun, jika pengemudi memberikan pelayanan yang memuaskan, tidak tertutup kemungkinan pelanggan akan memberi tip.

Bagaimana dengan Driver nya?

driver gojek vs driver grab bike

Operasional Gojek di Jakarta didukung oleh lebih dari 4000 tukang ojek, sementara tidak diketahui jumlah pengendara ojek untuk layanan GrabBike karena baru launching sekitar 1 bulan. Sementara, untuk jenis layanan, Gojek menawarkan tiga macam varian: Pesan antar makanan, transportasi pribadi, dan kurir instan. GrabBike hanya menawarkan layanan untuk transportasi pribadi.

Gojek saat ini telah melayani warga Jakarta serta daerah sekitarnya, juga untuk warga Bandung, Surabaya, dan Bali. Layanan ojek online ini mendapat dukungan dari Ahok Gubernur DKI Jakarta, bahkan disinyalir akan berintegrasi dengan layanan online busway yang hadir lewat aplikasi Go Busway. Rencananya, akan hadir pula aplikasi untuk mengatur lalu lintas truk di Jakarta dengan nama Go Truck.

Untuk bagi hasil, Go-Jek menerapkan pembagian 80% untuk pengemudi dan 20% untuk Gojek. Sedangkan, GrabBike menerapkan 90% untuk pengemudi dan 10% untuk GrabBike.

Sisi Pendanaan & Segi Bisnis

1615493_20150617053013

Di akhir Mei, startup unicorn GrabTaxi membuka layanan GrabBike di Jakarta. GrabTaxi menggelontorkan dana sebesar $340 juta (Rp4,5 triliun) untuk meluncurkan layanan ini.

Untuk saat ini, adil rasanya mengatakan Go-Jek memiliki poin lebih dibandingkan GrabBike. Go-Jek telah memiliki setidaknya 4.500 armada ojek di Jakarta, dan “ojek jaket hijau” telah familier untuk masyarakat di ibukota. Go-Jek telah lama membangun infrastruktur untuk menyediakan berbagai layanan, termasuk layanan kurir, belanja, dan pengantaran makanan yang disebut Go-Food (yang menjadi pesaing dari FoodPanda). Go-Jek juga telah merambah bisnis ke daerah lain seperti Bandung, Bali, dan Surabaya.

Namun, Anthony Tan dan GrabTaxi miliknya tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan banyaknya dana dan reputasi besar, GrabBike juga berpotensi mengungguli Go-Jek jika mengembangkan teknologi yang lebih bagus, merekrut lebih banyak pengemudi, dan menggencarkan upaya marketing.

Layanan Ojek Online Sedang Booming! Pilihan tepat mengatasi macet di kota besar.. Mana Yang Anda Pilih? Gojek Atau Grab Bike ? Click To Tweet

Tampilan Aplikasi

Berikut tampilan screen shot aplikasi gojek di HP Android:

gojek-screenshot

Dan berikut tampilan aplikasi Grab Bike:

GrabBike-Combine

Dan sebagai penutup, silakan tonton video Gojek Versus Grab Bike dari Bloomberg TV

Jadi manakah yang anda pilih antara Gojek vs Grab Bike? Silakan Share pengalaman anda

Suka dengan yang anda baca ?

Jika ya, silakan gabung bersama 31,000 orang lebih yang menerima email mingguan eksklusif tentang bisnis online, tips blogging dan dapatkan software GRATIS seharga $39 !

View all contributions by

I’ve been addicted working online, blogging & developing digital product since 2008! I also LOVE helping others succeed. Cause more money you make, the more money I made too – is that simple!
Follow me on :

Copyright @2015 octarendra.com